Prosesseleksi akan di kabarkan via Instagram, Telepon, WA ataupun SMS. Penempatan di BRI Kantor Cabang Bandar Jaya. Timeline : Pendaftaran : 01-09 Agustus 2022. Seleksi Administrasi : 10-12 Agustus 2022. Wawancara Awal : 15-19 Agustus 2022. Psikotes : 22-24 Agustus 2022. Wawancara Akhir : 25-29 Agustus 2022. Jona Dekorasi dan Wo Rabu, Maret 15, 2017 0 komentar Pedang Pora berasal yang berasal dari kata PedangPura atau Gapura Pedang yang merupakan tradisi pernikahan bagi perwira militer yang dilaksanakan dalam rangka melepas masa lajang dengan diiringi rangkaian pedang berbentuk gapura yang dibentuk oleh hunusan pedang dari rekan-rekan perwira atau adik angkatan dari sang mempelai pria. Pedang Pora dilaksanakan bukan bukan hanya untuk lulusan Akmil, AAU, AAL, AKPOL, tetapi oleh seluruh perwira pria baik Sepawamil, IDP, Semapa PK, maupun Secapa reguler. dengan catatan hanya dilaksanakan sekali saja seumur hidup jika menjadi duda & menikah lagi, maka tidak dilaksanakan Pedang Pora. Upacara ini Tidak dilaksanakan bagi pernikahan perwira wanita, kecuali si perwira wanita menikah dengan perwira pria. Bagi bintara atau tamtama, tidak ada tata cara tradisi pedang pora. Hanya kadang diadakan suatu acara yang mirip pedang pora, dengan maksud untuk menghormati rekan yang melepas masa lajang dengan acara yang kadang disebut “Hasta Pora” atau gapura yang dibentuk dari penghormatan tangan, jadi pedang diganti dengan tangan yang lurus ke atas seperti pedang pora pada Hasta pora ini tidak ada dalam upacara pernikahan bintara Polri. Pedang pora adalah salah satu prosesi khusus dalam pernikahan yang dilakukan oleh seorang yang aktif dalam militer baik dari Kepolisian, Tentara Republik Indonesia TNI, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ABRI, Angkatan Darat AD, Angkatan Laut AL, atau Angkatan Udara AU. Selain bertujuan untuk memperkenalkan sang mempelai wanita kepada dunia angkatan bersenjata. Pedang pora adalah sebuah tradisi wajib yang telah dilakukan secara turun-menurun di dunia militer. dengan mempunyai makna dibalik simbol dan ritual pedang pora, antara lain melambangkan solidaritas,persaudaraan,dan permohonan perlindungan pada Tuhan YME, jajaran pedang dalam pedang pora yang membentuk gapura ketika di lewati kedua mempelai menggambarkan saat di masukinya pintu gerbang kehidupan rumah tangga yang baru. Prosesi Pedang Pora berlangsung dengan sangat khidmat. Mulai dari saat kedua mempelai bersiap berjalan memasuki gerbang yang terdiri dari dua belas orang pasukan pedang pora yang berdiri berhadap-hadapan dan satu orang komandan regu, lengkap dengan seragam hijau militernya, topi baret dan pedang pora atau pedang panjang yang masih berada di sarungnya dan tergantung di pinggang masing-masing. Adapun yang bertindak sebagai pasukan adalah adik-adik angkatan dari mempelai pria. Dan ketika komandan regu telah melaporkan bahwa Pasukan Pedang Pora telah siap kepada kedua mempelai, kemudian pasukan pedang pora-pun disiapkan untuk mulai menghunus Terhunus itu mengandung makna, bahwa "dengan jiwa ksatria kedua mempelai siap menghadapi segala rintangan yang akan mereka hadapi dalam kehidupan". Maka berjalanlah secara perlahan tapi pasti kedua mempelai di bawah pedang pora yang perlahan mulai terangkat saat mereka melewatinya, sambil diringi oleh suara tambur yang ditabuh tak henti memberi semangat kepada kedua mempelai Pasukan pedang porapun dengan langkah tegap berjalan mengikuti dibelakang kedua mempelai kemudian pasukan membentuk formasi lingkaran lalu menghunus pedang keatas berbentuk payung. Formasi Lingkaran Pedang Berbentuk Payung atau Payung Pora bermakna "bahwa Tuhan Yang Maha Esa akanselalu melindungi kedua mempelai dalam menghadapi segala rintangan kehidupan dan selalu ingat untuk memohon lindungan dan petunjuk kepada-NYA". Kedua mempelai menerima Pemasangan Cincin yang melambangkan "bahwa kedua mempelai akan bersama-sama dalam mengarungi bahtera kehidupan baru, dan bagi mempelai wanita diberikan pakaian PERSIT Persatuan Istri Tentara , sebagai lambang bahwa mempelai wanita telah siap mendampingi suami sebagai istri seorang prajurit dan juga sebagai pertanda bahwa telah diterima sebagai bahagian dari Persit Kartika Chandra Kirana Hadirin yang kami mulyakan, pada hari yang berbahagia ini, kami corps Perwira Abituren AKADEMI MILITER akan mempersembahkan acara tradisi corps pedang pora. Acara ini merupakan perlambang kebanggaan dan kebahagiaan corps perwira Abituren AKADEMI MILITER dalam mengantar kakak kami untuk menempuh lembarankehidupan yang baru. Maksud dan tujuan acara yang telah menjadi tradisi dilingkungan Perwira Abituren AKADEMI MILITER ini adalah agar tetap terjalin hubungan ikatan bathin yang kuat dan rasa korsa yang mendalam antara kakak dan adiknya serta untuk mengantarkan kakak kami ke pintu gerbang kehidupan barunya sebagai suami istri yang berbahagia. Acara Tradisi Pedang Pora ini adalah sebagai pernyataan bahwa kita telah sama- sama di gembleng dalam Kawah Candradimuka Lembah tidar A. Acara Tradisi Corps Pedang Pora dimulai , hadirin dimohon berdiri... Pasukan Disiapkan B. Laporan Komandan Pedang Pora C. Hunus Pedang Dilanjutkan Instrumen Taruna Jaya Pedang terhunus melambangkan bahwa dengan bersikap dan berjiwa kasatria kdeua mempelai akan selalu siap untuk mengatasi segala rintangan dan menerobos semua hambatan yang akan menghalangi kehidupan mereka Hadirin yang kami Hormati... Kita Saksikan sekarang kedua mempelai sedang melewati pagar pedang yang mengandung makna bahwa dalam menempuh kehidupan ini , banyak rintang rintangan yang terjadi baik semsa menempuh pendidikan maupun dalam pelaksanaan tugas seharihari dan kehidupan yang akan datang. Rintangan rintanga tersebut sekarang dihadapi dan diselesaikan bersama mempelai putri sehingga tujuan mulia dalam menempuh kehidupan yang baru ini dapat tercapai. D. Formasi Berbanjar Formasi Berbanjar yang sedang kita saksikan ini , melambangkan bahwa kami corps Perwira Abituren AKADEMI MILITER turut bersuka cita dan mengantarkan Kakak kami tercinta menuju pintu gerbang kebahagiaan dalam menempuh kehidupanya yang baru Kami menyadari bahwa kami dulu dalam satu rasa kehidupan dalam menempa diri di AKADEMI MILITER . Penderitaan Kakak kami adalah sebagian Penderitaan kami yang harus kami rasakan bersama -sama., Kami siap mengantar Kakak kami untuk membagi rasa baik dalam suka maupun duka. E. Formasi Melingkar Hadirin yang terhormati... Kita saksikan bersama mempelai dalam formasi melingkar . Formasi ini melambangkan bahwa diantara kami Corps Perwira Abituren AKADEMI MILITER akan selalu terjalin Ikatan Batin yang Kuat , ikatan yang selalu mewarnai tugas dan perjuangan mereka kami Corps Perwira Abituren AKADEMI MILITER menjadi saksi dan pelindung agar Ikatan tersebut tetap kekal selamanya F. Payung Pedangpora Hadirin yang terhormati... Terlihat sekarang pedang membentuk payaung, formasi ini mengandung arti bahwa Tuhan yang Maha Esa akan selalu melindungi kedua mempelai dalam menghadapi berbagi rintangan hidup , akan selalu ingat dan memohon petunjuk dan perlindunganya. G. Pemasangan Cincin Kepada yang terhormat... berserta Ibu untuk berkenan memasangkan cincin kepada kedua mempelai. Pemasangan cincin ini merupakan Ikrar dan Tanda bagi kedua mempelai bahwa mereka akan selalu bersama-sama dalam mengarungi bahtera kehidupan berumahtangga. H. Penyerahan Seperangkat Pakain Persit. Kepda yang terhormat Ibu... dimohon untuk berkenan menyerahkan seperangkat pakaian persit kepada mempelai putri Denga diserahkanya Pakaian Persit kepda mempelai putri ,secara simbolis mengandung arti bahwa mempelai putri telah diterima menjadi anggota Persit KARTIKA CANDRA KIRANA Kepada yang terhormat.... beserta ibu dipersilahkan kemabli ke tempat. I. Tegak Pedang Pembacaan Puisi J. Mempelai dipersilahkan menuju Ke Pelaminan K. Sarungkan Pedang L. Laporan Komandan Pedang Pora Hadirin yang terhormat demikian tadi acara tradidi corps pedang pora oleh Corps Perwira Abituren AKADEMI MILITER, semoga denga acara pelaksanaan ini akan terjalin ikatan bathin yang kuat diantara kami , dan a kami tak lupa Corps Perwira Abituren AKADEMI MILITER selamat menempuh hidup baru dan berbahagia. Example Puisi Abangku.... dan Kakaku... Hari ini menjadi begitu Indah Bagimu... Kebahagiaan dan kebangaan mewarnai detik waktu Senyum dan Tawamu begitu ceria dan merdu Hari ini pastilah menjadi kenangan Indah sepanjang hidupmu Namun hari ini hanyalah suatu awal, awal dari suatu perjuangan yang panjang Perjuangan seorang prajurit dan suami serta Perjuangan istri Prajurit dan istri sejati Hari Esok tidak hanya terlewati dengan canda dan tawa Hari esok adalah kerja keras , kerahkan segala usaha Tanggung Jawab akan tugas dan keluarga ada di pundakmu Tanggung jawab bangsa dan Negara menunggu setiap waktu Kami adik adikmu hanya bisa berdoa Semoga Kebahagiaan hari ini akan lestari dan abadi dan semoga perjuangan Kakanda berdua selalu mendapat Rahmat dan Petunjuk darinya Selamat dan bahagia Abangku... Selamat dan bahagia Kakakku Category Artikel Wedding
UpacaraPedang Pora Taruna Program Diploma Pelayaran Universitas Hangtuah SurabayaVideo Trailer Singkat tentang PDP: YANG PRO
Pedang Pora, Tradisi Pernikahan Perwira yang Unik dengan Sarat Makna By WeddingMarket 17 Jan 2020 Viewers 6218 Menikah dengan Perwira mempunyai keunikan tersendiri di acara pernikahannya. Ada upacara pedang pora yang membuat pesta pernikahan terlihat berbeda dengan biasanya. Pedang pora sedniri berasal dari kata Pedang Pura atau Gapura Pedang memang menjadi tradisi pernikahan bagi perwira militer sebagai tanda melepas masa lajangnya. Upacara ini diiringi rangkaian pedang berbentuk gapura yang dibentuk dari hunusan pedang rekan-rekan sang perwira atau adik angkatan mempelai itu, Tradisi pernikahan Perwira ini mempunyai simbol Pedang Pora sendiri pun melambangkan solidaritas, persaudaraan, permohonan perlindungan pada Tuhan untuk angkatan bersenjata. Sedangkan Pedang Pora yang membentuk gapura ketika dilewati oleh kedua mempelai mengartikan kalau telah dimasukinya pintu gerbang kehidupan rumah tangga yang Pora ini pun tidak hanya dilakukan untuk lulusan Akmil, tetapi juga anggota AAU, AAL, Akpol, serta seluruh perwira pria baik itu Sepawamil, IDP, Semapa PK, dan Secapa Reguler. Singkat kata, upacara Pedang Pora hanya boleh dilakukan oleh seorang yang aktif dalam militer maupun Kepolisian, TNI, ABRI, AD, AL, ataupun upacara pedang pora ini hanya boleh dilakukan sekali seumur hidup. Dalam artian jika telah menjadi duda dan menikah lagi maka tidak akan dilakukan upacara Pedang Pora. Satu hal lagi nih, upacara Pedang Pora pun tidak dilakukan di pernikahan perwira wanita, kecuali jika perwira wanita itu menikah dengan perwira halnya lagi dengan Bintara dan Tamtama. Di hari pernikahan mereka tidak ada upacara Pedang Pora. Namun mereka tetap melakukan suatu prosesi mirip Pedang Pora yang diberi nama Hasta Pora. Acara tersebut dimaksudkan untuk menghormati rekan mereka yang melepas masa lajangnya. Pada Hasta Pora ini gapura dibentuk oleh tangan yang menunjuk lurus ke atas menyerupai Pedang Pora pada Pedang PoraProsesi Pedang Pora ini diawali dengan formasi baris saling berhadapan Pasukan Pedang Pora yang terdiri atas 12 orang berseragam lengkap. Kemudian Komandan Regu melapor pada mempelai yang sebelumnya harus siap di tempat prosesi ini berlangsung. Ketika sang Komandan Regu melaporkan bahwa Pedang Pora telah siap pada pengantin, maka para anggota pasukan pun dengan serempak menghunus pedang membentuk pengantin pun mulai berjalan melewati gapura dari pedang-pedang tersebut. Dan di bawah gapura Pedang Pora itulah dilangsungkan penyematan cincin pernikahan serta penyerahan seperangkat pakaian seragam Persatuan Istri Tentara Persit pada pengantin Komandan Regu menyerukan aba-aba Tegak Pedang dan pembacaan puisi. Kemudian, sang pengantin dipersilahkan menuju ke dan Makna Upacara Pedang PoraTradisi Pernikahan Perwira ini yaitu tradisi upacara penyambutan sang istri yang sudah diterima sebagai bagian dari hidup seorang perwira dan dalam setiap gerakannya mempunyai makna Pedang Pora yang sudah dilakukan secara turun-menurun di dunia militer ini pun melambangkan solidaritas, persaudaraan, dan permohohan perlindungan pada Tuhan. Jajaran pedang dalam upacara Pedang Pora yang membentuk gapura ini menggambarkan kedua pengantin memasuki gerbang kehidupan yang Pora, menyiratkan sebuah renungan mendalam mengenai hakikat kehidupan seorang perwira yang dalam suka maupun duka akan melibatkan sang istri. Pedang yang terhunus membentuk gapura melambangkan dengan bersikap dan berjiwa ksatria maka kedua mempelai akan selalu siap mengatasi segala rintangan dan menerobos semua hambatan yang ditemui di pernikahan mereka kelak. Sedangkan posisi dua shaf yang berhadapan merupakan simbol gerbang kehidupan baru yang akan dimasuki ketika kedua pengantin melewati gapura pedang menjadi cerminan doa agar keduanya mampu bergandengan tangan mengatasi semua rintangan. Sedangkan formasi Berbanjar menjadi lambang rasa gembira para junior atas kebahagiaan kakak angkatannya sekaligus menyatakan loyalitas mereka atas prosesi tradisi pernikahan Perwira pernikahan Perwira yang sarat akan makna ini tentunya tidak hanya ditemui pada Upacara Pedang Pora. Setiap daerah dan kelompok tertentu pastinya memiliki prosesi pernikahan yang sarat akan makna. Walaupun prosesinya berbeda-beda, namun tetap memiliki satu makna yaitu mendoakan kebaikan untuk sang Hipwee, Alienco Photo, 165 Wedding Expo Kunjungi WeddingMarket Festival Gratis! Menangkan Berbagai Hadiah Menarik

Alhamdulillah pada hari Minggu 20 September 2020 telah sah kami sebagai pasangan suami istri dan menjadi keluarga Ikatan Alumni "AMNI" Semarang. Begitu bany

TRIBUNPONTIANAKCO.ID, SANGGAU - Polres Sanggar Gelar Tradisi Pelepasan Purna Bhakti Personel Polri Polres Sanggau, di Graha Wira Pratama Polres Sanggau, Senin 1 Agustus 2022 pagi. Kegiatan Acara
MenteriHukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham ) RI Prof. Yasonna H Laoly , SH., M.Sc., Ph.D. mengukuhkan 1.076 orang wisudawan dan wisudawati purnabakti pengayoman, Senin (1/8). ANTARA News sumsel polhukam
TradisiPernikahan Militer "Pedang Pora". Berjalan bergandengan tangan, bak pasangan Pangeran William dan Kate Middleton, Letda Kes Dian Para Indrawan, S.Pd., dengan Izzati Mulia Fardani, SE., dua mempelai agung, berjalan ditengah-tengah pasukan Gordon Pedang Pora yang keduanya telah resmi dinyatakan sebagai pasangan suami istri (nikah
Bagiyang belum tau Hasta Pora ini penjelasanya, Hasta Pora adalah suatu acara yang mirip pedang pora, dengan maksud untuk menghormati rekan yang melepas masa lajang yang dibentuk dari penghormatan tangan, jadi pedang diganti dengan tangan yang lurus ke atas seperti pedang pora pada umumnya.Namun Hasta pora ini tidak ada dalam upacara pernikahan bintara Polri.
KanwilSumsel 02 Agustus 2022 Dilihat: 1. Jakarta. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Menkumham ) RI, Prof. Yasonna H Laoly, SH., M.Sc., Ph.D., telah mengukuhkan 1.076 Wisudawan dan Wisudawati Purnabakti Pengayoman, 1 Agustus 2022. Prosesi wisuda Purnabakti Pengayoman ini merupakan terobosan baru yang akan menjadi tradisi Kemenkumham dalam
1 Maresek Maresek adalah penilaian pertama sebagai awal dari serangkaian prosedur untuk pelaksanaan pernikahan. Sesuai dengan sistem kekerabatan di Minangkabau, keluarga wanita itu pergi ke keluarga manusia. Secara tradisional keluarga yang membawa kue buah dalam bentuk tangan atau buah-buahan sesuai dengan tata krama budaya timur.
.
  • 30yevd5fjh.pages.dev/486
  • 30yevd5fjh.pages.dev/366
  • 30yevd5fjh.pages.dev/324
  • 30yevd5fjh.pages.dev/498
  • 30yevd5fjh.pages.dev/434
  • 30yevd5fjh.pages.dev/363
  • 30yevd5fjh.pages.dev/105
  • 30yevd5fjh.pages.dev/144
  • biaya pernikahan pedang pora