Ranjangorang sakit. Orang lain bisa bukakan mobil untukmu, orang lain bisa kerja untukmu, tapi tidak ada orang bisa menggantikan sakitmu. Barang hilang bisa didapat kembali, tapi nyawa hilang tak bisa kembali lagi. Saat kamu masuk ke ruang operasi, kamu baru sadar bahwa kesehatan itu betapa berharganya. Kita berjalan di jalan kehidupan ini.
Cara menandai baju agar tidak tertukar selama tinggal di pesantren penting untuk diketahui oleh setiap santri. Pasalnya, kejadian baju yang tertukar atau bahkan hilang adalah fenomena yang sangat sering dialami oleh banyak orang selama hidup di asrama pondok ada banyak faktor penyebab hal ini bisa terjadi, sehingga Anda tidak bisa serta merta menyalahkan pihak tertentu saja. Bisa jadi, hal ini mungkin terjadi karena kurang teliti. Namun, ada baiknya untuk selalu berhati-hati untuk mencegah hal tersebut tertukarnya pakaian pribadi juga bisa menimbulkan sejumlah masalah. Baik itu masalah kesehatan kulit yang menular, ukuran pakaian menjadi kurang pas, atau konflik bersama sesama santri penghuni karena itu, Anda perlu mengetahui trik agar baju tidak hilang di pesantren akibat tertukar. Sehingga, masalah yang mungkin timbul juga bisa dicegah agar tidak berkembang menjadi konflik antar Baju Dapat Tertukar Saat di PesantrenAda beberapa hal yang bisa menjadi faktor penyebab baju Anda tertukar dengan milik orang lain. Yaitu bisa karena karena faktor internal seperti ketelitian diri sendiri, atau faktor eksternal akibat orang lain, di antaranya sebagai berikut1. Santri Kurang TelitiPenyebab pertama adalah santri kurang teliti saat menyimpan pakaiannya di lemari. Sehingga jika ada orang lain yang memiliki model atau warna pakaian serupa dan tidak menerapkan cara menandai baju agar tidak tertukar, mereka berpotensi salah mengambil Pakaian Tercampur Saat di LaundryBiasanya, para santri sering pergi bersama-sama, baik itu makan, belajar, hingga mencuci. Jika mencuci pakaian sendiri, biasanya risiko tertukarnya pakaian bisa dihindari. Tapi jika mencuci di laundry, maka jika pihak laundry kurang teliti maka pakaian Anda bisa Salah Mengambil JemuranKebanyakan kejadian tertukarnya baju di pesantren memang disebabkan oleh unsur ketidak sengajaan, misalnya salah mengambil jemuran. Itu sebabnya, penting untuk menerapkan cara menandai baju agar tidak tertukar, atau menjemur pakaian di tempat Sengaja Ditukar Oleh Pihak Tidak Bertanggung JawabTidak dapat dipungkiri, faktor penyebab satu ini juga sebenarnya sering dialami santri. Pasalnya, perilaku orang berbeda-beda dan sulit untuk diprediksi. Oleh karena itu, penting untuk selalu berhati-hati dalam menjaga barang-barang Baju yang Tertukar dengan Milik Orang LainSebenarnya, jika kondisi baju yang tertukar tidak bermasalah, maka Anda tidak membutuhkan cara menandai baju agar tidak tertukar. Namun pada kondisi tertentu, tertukarnya baju dengan milik orang lain bisa menimbulkan masalah berikut ini1. Tertular PenyakitPakaian adalah salah satu media penyebaran penyakit, terutama jenis penyakit kulit yang mudah menular seperti kudis, kurap, jamur, dan lain sebagainya. Jika baju Anda bertukar dengan pengidap penyakit kulit, maka potensi ikut tertular juga semakin Tidak Sesuai Ukuran BadanJika ukuran pakaian hasil tertukarnya berbeda, entah itu kebesaran ataupun kekecilan, pemilik tentu akan mengalami kesulitan untuk mengenakan bajunya. Itulah sebabnya, penting bagi para santri untuk mengetahui cara menandai baju agar tidak Menimbulkan Konflik atau Masalah LainnyaSebenarnya, konflik atau masalah lainnya bisa dicegah dengan cara berdiskusi secara baik-baik. Tetapi tidak bisa dipungkiri, tertukarnya pakaian di pondok pesantren bisa menimbulkan kecurigaan antar santri, hingga berpotensi memantik Cara Menandai Baju agar Tidak Tertukar di PesantrenAgar pakaian Anda tidak tertukar dengan orang lain, penting untuk mengetahui bagaimana cara menandai barang agar tidak hilang. Namun, terdapat beberapa trik yang harus diketahui supaya tanda tersebut tidak mudah hilang, baik secara sengaja maupun tidak Anda bisa meletakkan tandanya pada bagian-bagian yang tersembunyi di lipatan pakaian, menggunakan label khusus, dan lain sebagainya. Sebagai panduan, berikut ini adalah 5 cara yang bisa Anda terapkan saat tinggal di pesantren1. Beri Tanda di Bagian Luar KerahCara pertama adalah dengan memberi tanda khusus pada bagian luar kerah, apabila bajunya memiliki model seragam. Sebab, bagian kerah lebih mudah ditemukan dan diperiksa. Anda bisa menandainya menggunakan inisial nama, paraf kecil, simbol khusus, dan lain Beri Tanda di Area LenganJika jenis pakaiannya tanpa lengan, cara menandai baju agar tidak tertukar adalah dengan memberi tanda pada area lengan. Tandai di daerah yang mudah dilihat namun sulit diamati orang lain, misalnya pada bagian dalam lipatan jahitan Beri Tanda di Bagian Bawah BajuSelain bagian lengan, pada bagian bawah baju juga umumnya terdapat lipatan kecil yang sulit dilihat orang lain. Anda bisa memberi tanda pada bagian tersebut, sehingga jika ada pihak yang mengakui itu miliknya, Anda bisa memberi bukti secara Gunakan Baju yang BerbedaBiasanya, pakaian yang rentan tertukar adalah seragam dengan model, ukuran, bahan, atau merk yang sama. Sebagai solusi alternatif, selain menggunakan cara menandai baju agar tidak tertukar, Anda bisa membuat baju secara custom dan diberi tanda pembeda Gunakan Label NamaKhusus seragam atau pakaian bersifat formal, cobalah menjahit bagian depannya dengan label bertuliskan nama lengkap. Selain mudah dikenali, jahitan atau rajutan label nama lebih juga sulit untuk dihapus atau dilepas oleh pihak kurang bertanggung Gunakan Label MerkPernah melihat label merk baju yang biasanya disematkan pada bagian kerah belakang? Untuk baju kasual selain seragam, cara menandai baju agar tidak tertukar adalah dengan menggunakan label merk yang dijahit ke bagian kerah, agar sulit dilepas dan ditukar Gunakan Alat Penanda yang Tahan LamaDi manapun tandanya diletakkan, hal itu percuma jika tanda yang diberikan mudah terhapus saat dicuci, atau mudah dilepas dan disobek orang lain. Solusinya, gunakan alat penanda tahan lama seperti spidol permanen, Tipe-X, atau alat untuk menandai pakaian pakaian, sebenarnya seluruh barang bawaan pribadi lainnya juga harus selalu dijaga jika Anda tinggal di tempat seperti asrama atau pondok pesantren. Anda juga harus selalu menjaga komunikasi bersama sesama penghuni untuk menumbuhkan rasa saling sesama santri yang menghuni saling mempercayai satu sama lain dan bersikap lebih teliti serta hati-hati, maka risiko tertukarnya pakaian bisa dihindari. Namun sebagai tindak pencegahan, cara menandai baju agar tidak tertukar di atas bisa Anda terapkan. KeputusanDirektur Jenderal Pendidikan Islam Tentang Daftar Urut Prioritas (Long List) Calon Peserta Sertifikasi Bagi Guru Madrasah Tahun 2013. 00.58. Dalam rangka peningkatan mutu dan kompetensi guru madrasah, dipandang perlu untuk melanjutkan kegiatan sertifikasi bagi guru serta percepatan dan efektifitas penyelenggaraan kegiatan sertifikasi Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam yang memiliki karakteristik khusus. Salah satu hal yang menjadi perhatian di pesantren adalah bagaimana agar baju tidak hilang. Baju yang hilang bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman dan mengalami kesulitan dalam beraktivitas di pesantren. Oleh karena itu, di sini akan dibahas beberapa trik yang bisa diterapkan agar baju tidak hilang di pesantren. 1. Gunakan Label Nama Salah satu trik agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan menggunakan label nama. Label nama bisa digunakan untuk menandai baju agar mudah dikenali dan tidak tertukar dengan baju orang lain. Label nama bisa dijahit atau direkatkan pada baju secara permanen atau bisa juga menggunakan label nama yang bisa dilepas seperti stiker. 2. Gunakan Tali pada Baju Trik selanjutnya adalah dengan menggunakan tali pada baju. Tali bisa dijahit pada bagian dalam baju dan digunakan untuk menggantung baju di tempat penyimpanan seperti almari atau gantungan baju. Dengan menggunakan tali, baju tidak mudah tercecer atau tertukar dengan baju orang lain. 3. Menyimpan Baju di Tempat yang Tepat Menyimpan baju di tempat yang tepat juga bisa membuat baju tidak hilang di pesantren. Baju sebaiknya disimpan di tempat yang aman dan mudah diingat seperti dalam almari atau gantungan baju. Hindari menyimpan baju di tempat yang terbuka atau tidak aman seperti di pinggir jalan atau di tempat umum. 4. Menjaga Kebersihan Lingkungan Kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam menghindari hilangnya baju di pesantren. Lingkungan yang kotor dan tidak teratur bisa membuat baju mudah terselip atau tercecer. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan cara membersihkan tempat penyimpanan baju secara rutin dan tidak membuang sampah sembarangan. 5. Menjaga Komunikasi dengan Penghuni Pesantren Lain Terakhir, menjaga komunikasi dengan penghuni pesantren lain juga bisa membantu menghindari hilangnya baju di pesantren. Berbicara dengan penghuni pesantren lain bisa membantu mengetahui apakah baju tertukar atau ada yang mengambil baju secara tidak sengaja. Selain itu, menjaga komunikasi yang baik juga bisa membantu membangun hubungan yang harmonis antara penghuni pesantren. Demikian beberapa trik agar baju tidak hilang di pesantren. Dengan menerapkan trik-trik di atas, diharapkan baju bisa tetap terjaga dan tidak hilang di pesantren. Tentunya, selain menerapkan trik-trik ini, penting juga untuk selalu mengingatkan diri sendiri dan penghuni pesantren lain untuk selalu menjaga kebersihan dan saling membantu satu sama lain di lingkungan pesantren. Diatidak peduli dengan alat canggih apa pun yang keluar dari kantong ajaib di depan perut Doraemon yang buncit. Yang Mii-Chan butuhkan hanyalah ikan! Kostum pelaut atau biasa disebut sailor fuku khas anime Jepang, berupa topi putih bergambar jangkar, dan baju putih berkerah biru tua dengan 3 garis putih di pinggirannya. Sebenarnya di pembahasan artikel kemarin tentang Trik Agar Baju Tidak Hilang di Pesantren sudah kami lampirkan pada poin keempat yaitu memberi tanda agar baju tidak tertukar dengan teman. Karena menandai baju ini sangat efektif terutama baju seragam yang pastinya warna dan bentuknya yang sama persis karena beli nya pun di tempat yang sama. Maka dari itu perlu kita menandai baju atau barang kita yang lainnya supaya tidak tertukar dengan orang lain atau teman sekamar. Cara ini sering kami terapkan di Pondok, karena kejadian tertukar nya baju apalagi seragam dengan alasan sengaja ataupun tidak, seringkali terjadi. So, apa aja itu cara menandai baju agar tidak tertukar? Langsung aja kita check poin-poinnya dibawah ini Cara menandai baju agar tidak tertukar 1. Menandai di bagian luar kerah Cara menandai baju agar tidak tertukar yang pertama adalah menandainya dibagian luar kerah. Cara pertama ini cukup efektif untuk dicoba supaya baju tidak tertukar atau dipakai orang lain. Karena jika ada yang menggunakannya tanpa izin, akan sangat mudah ditemukan. Untuk menandai baju nya tergantung dengan warna baju yang akan ditandai. Jika warna baju gelap maka menandainya dengan Tipe-X sedangkan jika warna baju atau kemeja putih atau terang, sobat bisa menandainya dengan spidol. Tenang saja, Tipe-X atau spidol ini tidak membuat luntur saat di cuci. Juga jangan menandainya terlalu besar, cukup awalan huruf dari nama kita saja kecil di daerah kerah belakang, atau titik saja. Yang penting jika ada yang menggunakannya kita lebih mudah mengenali baju kita tersebut. 2. Menandai di daerah lengan baju Selain menandai baju dengan spidol atau Tipe-X di daerah kerah baju, kita juga bisa menandainya di daerah lengan, apalagi jika baju tersebut berlengan pendek. Tandai di daerah yang mudah dilihat. 3. Menandai dibawah baju Poin ketiga cara menandai baju agar tidak tertukar jika tidak ingin terlihat, bisa juga menandai nya di daerah bawah baju. Karena setiap baju pasti ada lipatan kecil dibawahnya, kamu bisa menandainya pada daerah tersebut. Atau jika benar-benar hanya ingin menandainya saja supaya tidak terlihat bisa menandainya di daerah dalam baju / dibaliknya. 4. Bikin baju sendiri Cara menandai baju agar tidak tertukar keempat ala wakilsantri adalah dengan membuat baju itu sendiri secara custom namun dengan desain yang sama. Jika seragam mungkin bisa menggunakan bahan yang berbeda. Ketika di Pondok dulu cara ini pernah saya gunakan dan lumayan membuat perbedaan yang kontras dengan seragam teman saya yang lain. Namun perbedaannya mungkin dari segi harga yang lebih mahal. 5. Beli ditempat dan merk yang berbeda Bukannya saya melarang untuk membeli barang dari koprasi Pondok. Karena jika kita membeli di satu tempat pasti akan sama dengan teman yang lain. Terkecuali barang-barang tertentu yang disediakan tempat untuk menamai barang tersebut, seperti tersedia nama, kelas, nama kamar dll. Biasanya buku dan tas. 6. Merajut nama pada baju / celana Terkadang jika kita sudah menandai baju kita tersebut, ada saja orang yang iseng atau jail. O ya jangan lupa juga memberi tanda pada bet atau logo baju, karena pernah ada juga kasus pencurian bet/logo seragam di jemuran. Karena malas membeli logo/bet di koprasi/kedai, pelaku menyayat bet seragam di jemuran dengan silet atau cutter. Maka tindakan menandai logo dengan spidol atau Tipe-X pun perlu dilakukan. Kembali pada poin terakhir cara menandai baju agar tidak tertukar adalah dengan merajut nama pada bagian bawah baju atau daerah pinggang celana. Karena kasus pencurian seragam ini juga pernah dilakukan meski kita sudah menandai baju atau pakaian kita. Dengan WATADOS nya Wajah Tanpa Dosa pencuri tersebut mencoret tanda yang sudah kita buat sebelumnya pada baju dan celana kita. Maka cara terakhir adalah dengan merajut nama kita, kalo celana berarti di bagian pinggang, karena tidak akan terlalu terlihat jelas. Jika baju dan seragam bisa dibawahnya, karena nantikan akan dimasukkan kedalam celana. Simpulan Nah, sobat rekan wakilsantri itulah beberapa ikhtiar kita supaya baju tidak tertukar. Sebenarnya masih banyak ide kreatif lainnya cara menandai baju agar tidak tertukar. Silahkan sobat rekan tambahkan lagi ide kreatif sobat rekan di kolom komentar dibawah ini. Jangan lupa juga jika artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan via media sosial sobat rekan sekalian, supaya lebih banyak yang mengetahui informasi cara menandai baju agar tidak tertukar ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangannya. Jangan sungkan untuk memberikan kritik dan saran pada kami selaku tim Supaya blog atau situs ini semakin lebih baik lagi kedepannya. Akhirul kalam Wassalamu'alaikum.. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat! NikitaMirzani tak pakai bra joget-joget di depan rumah. [Instagram/@nikitamirzanimawardi_17] Tidak menunggu lama, unggahan host Nih Kita Kepo ini langsung menuai beragam respons dari para netizen. Mereka berbondong-bondong mengingatkan Nikita Mirzani soal dosa. "Puas-puasin mumpung masih hidup di dunia deh.
Pondok Pesantren adalah sarana terbaik pendidikan khususnya dalam menuntut ilmu agama. Awal mula didirikannya sebuah Pondok Pesantren dikarenakan tingginya minat dan harapan para orang tua agar anaknya menjadi seseorang yang kelak akan berguna dan bermanfaat dimasa yang akan datang. Pondok Pesantren juga mempunyai jasa yang sangat besar bagi berdirinya Negara Indonesia ini. Seperti yang kita ketahui, telah banyak tokoh-tokoh agama dan masyarakat yang muncul dari Pondok-pondok Pesantren di Indonesia. Itu mengapa hingga saat ini Pesantren di percaya dalam ranah pendidikan, karena tidak seperti siswa atau murid pada sekolah formal Dimana para santri di Pondok Pesantren lebih digembleng siang dan malam. Tidak hanya pada saat siang hari saja ketika di sekolah. Pondok Pesantren pun bisa dikatakan sebagai sebuah miniatur kehidupan. Karena terdapat berbagai macam aspek-aspek dasar pendidikan dan cara-cara berorganisasi Pahit memang rasanya belajar di Pesantren, dimana kita hidup jauh dari keluarga dan orang tua. Tak sampai disitu, banyak tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh para santri. Disini secara alami dan sunnatullah disaring siapa saja mereka-mereka yang bersungguh-sungguh dan niat menimba ilmu dengan ikhlas dan sabar di Pesantren Berbagai masalah di Pesantren sebenarnya sangat dikeluhkan oleh para santri baru atau santri yang baru masuk pesantren Dimana kondisi dan lingkungan hidup yang benar-benar berbeda dengan kondisi dan situasi di rumah Ketika di rumah mereka masing-masing mungkin jika ada pakaian kotor, sudah ada yang mencucikan, entah asisten rumah tangga atau orang tua sendiri Tapi jika di Pondok terdapat pakaian kotor, siapa yang akan mencucinya selain mereka sendiri? Maka dari itu, pada kesempatan kali ini akan membahas Masalah Yang Sering Terjadi di Pesantren serta solusi bagaimana kami dulu mengatasinya Tak heran jika banyak sekali permasalahan yang silih berganti menguji para santri ketika hidup di Pesantren Dimana satu masalah selesai, maka datang lagi masalah baru Namun, perlu diketahui. Jika setiap ujian, cobaan, permasalahan datang silih berganti di Pesantren.. Satu masalah, ribuan solusi insyaAllah, semata Allah sedang benar-benar menguji iman dan amal kita dan ketika kelak kita bisa melewati semua ujian tersebut.. Maka kita akan memetik hasil yang manis. Maka dari itu, ketahui, kenali masalah-masalah apa saja yang sering terjadi di Pondok Mungkin ada yang berbeda atau ada yang sama bahkan ada yang lebih parah? Mari kita bahas Masalah Yang Sering Terjadi di Pesantren dan Cara Mengatasinya. Simak sampai habis agar kita mendapatkan esensi dan solusinya. Masalah Yang Sering Terjadi di Pesantren Dan Solusinya 1. Kehilangan Gambar Apapun sistem pendidikan pesantren tersebut, di manapun lokasi pesantren tersebut, masalah kehilangan di Pesantren sudah bukan hal yang aneh Meski pondok pesantren adalah sebuah institusi pendidikan keagamaan, namun tetap saja permasalahan khususnya di hal moral tetap ada saja dan kerap terjadi Ada banyak hal dan alasan mengapa masalah kehilangan di Pesantren sering terjadi Entah hilang sandal, seragam, buku, peci bahkan uang dan lain-lain. Entah itu disengaja maupun tidak Hal-hal seperti ini sangat sulit dihindari. Bagi santri senior, masalah kehilangan sudah tidak aneh. Namun bagi santri baru, hilangnya ember sudah membuat goyah untuk melanjutkan pendidikan di pondok. Maka dari itu kami akan melampirkan beberapa barang-barang yang sering hilang di Pesantren serta cara atau solusi bagaimana agar tidak hilang Uang Meski tidak terlalu sering dalam kehilangan uang pada santri. Namun kehilangan uang lebih berarti, karena bentuknya yang bisa ditukar dengan barang lain atau makanan, hingga jejaknya sulit untuk ditelusuri Tidak seperti hilangnya sandal atau ember. Mungkin kita bisa menemukannya kembali di tempat lain dan di lain waktu. Namun uang, jika kita tidak menuntaskan masalah tersebut. Maka akan menjadi kebiasaan dan menjadi hal yang lumrah, nauzubillah. Permasalahan kehilangannya uang di Pondok, tidak jauh dari adanya kesempatan, ini yang sering terjadi. Dan jika adanya niat memang jarang, kecuali tersangka memang sedang benar-benar terdesak membutuhkan uang namun menggunakan cara-cara yang salah. Yang paling sering terjadi adalah adanya kesempatan. Kita tidak bisa begitu saja menyalakan mereka yang mengambil uang tanpa izin, mungkin dari kita sendiri yang terkadang sombong dan pamer harta yang kita miliki Alhamdulillah, selama saya di Pesantren dulu jarang dan bahkan tidak pernah kehilangan uang meski di simpan di dalam lemari atau hilang terkadang karena lupa atau terjatuh Karena saya jarang memperlihatkan bahwa saya sedang pegang uang atau seperti orang banyak uang alias hidup sederhana dan sewajarnya saja Berikut saya lampirkan solusi supaya uang tidak hilang di Pesantren 1. Titipkan Solusi agar uang tidak hilang di Pesantren yang pertama adalah di titipkan. Titipkan uang yang kamu miliki, mungkin siang hari kamu kedatangan orang tua atau saudara dari rumah, lalu menitipkan sejumlah uang, maka segeralah uang tersebut dititipkan ke BMT/Bank Santri tempat penitipan uang Jika tidak adapun, silahkan titipkan pada ustadz atau kakak senior yang dipercaya. Agar uang tersebut tidak hilang Karena khawatir, jika hanya disimpan di lemari akan lupa atau terpakai boros bahkan sampai hilang. 2. Kunci Lemari Cara yang kedua supaya uang tidak hilang di Pesantren yaitu beli lah kunci gembok atau semacamnya. Mulailah kunci lemari supaya aman. Meski tidak ada uang yang sedang disimpan pun, orang melihatnya tidak curiga. Berbeda jika tiba-tiba lemari mu dikunci. Pasti orang mengira kamu sedang menyimpan sejumlah uang. Mengunci ini pun termasuk pada hal kedisiplinan, bagaimana kamu menjaga barang-barang berharga di asrama. 3. Gaya Hidup Sederhana Di Pesantren memang semua santri menerapkan kesederhanaan. Namun memang ada beberapa orang yang memiliki banyak uang akan lebih terlihat dari barang-barang dan pakaian yang ia miliki. Meski orang tua menitipkan atau jajan bulanan yang cukup banyak, maka disarankan agar tetap bergaya hidup sederhana dengan tidak boros atau bahkan sombong. Inilah yang memicu orang untuk mencari barang berharga yang kamu miliki. Maka gaya hidup sederhana perlu lah diterapkan. 4. Jangan Pelupa Terkadang hilangnya uang di Pesantren juga kita sering kelupaan. Jika siangnya uang tersebut telah terpakai untuk membelikan sesuatu. Lalu keesokan harinya, kita melihat jika uang yang kita miliki sudah tidak ada. Padahal kemarin sudah terpakai, lalu tiba-tiba mengabari mudabir atau kakak senior bahwa uang kita ada yang mencuri. Atau bahkan ada juga uangnya yang terjatuh dijalan, namun sayangnya orang yang menemukannya tidak jujur alias tidak mengembalikan nya ke kakak senior agar di umumkan. Maka ada baiknya ketika kita merasa jika uang yang kita miliki tidak ada, maka ada baiknya kita meyakinkan terlebih dahulu. Apakah uang tersebut benar-benar hilang karena di curi atau malah kita lupa jika telah di gunakan atau terjatuh. Sebab jika tidak, teman se asrama akan terkena dampak atau timbul fitnah. Wallahu'alam Sendal Barang kedua yang sering hilang di Pesantren yaitu sendal. Meski bentuknya bukan seperti uang sendal adalah senjata utama kita ketika aktivitas berlangsung di Pesantren. Terkadang santri berfikiran jika meng gosob atau memakai sendal orang tanpa izin sudah lumrah. Padahal tidak demikian, dosa nya pun sama dengan orang yang mencuri uang diatas tadi. Sayangnya, kesadaran akan tidak menggunakan sandal orang lain tanpa izin ini sangat sulit. Karena sifatnya seperti domino. Domino disini maksudnya, jika temanmu kehilangan sandal maka dia akan memakai sandal mu, dan kamu akan memakai sendal temanmu yang lain, begitu seterusnya. Maka dari itu berikut tips & trik agar sendal tidak hilang di Pesantren 1. Tas sandal Cara ini pertama kali di terapkan oleh Gontor. Cara supaya sendal tidak hilang di Pesantren yaitu menggunakan tas sandal. Gontor sendiri memiliki tas yang memang diperuntukkan untuk sandal, dimana ketika para santri memasuki masjid, maka sandal para santri tersebut akan di masukkan kedalam tas dan tas tersebut akan dibawa kedalam masjid. Dan bagi santri yang tidak membawa tas sandal, maka akan terkena iqob atau hukuman. Cara seperti ini memang kurang cocok diterapkan di beberapa Pesantren yang memang santri nya belum sebanyak Gontor. Pun di Pesantren saya dulu, pernah sempat diusulkan cara seperti ini, namun ada lain hal yang tidak bisa diterapkan. 2. Beri tanda Cara kedua agar sandal tidak hilang di Pesantren yaitu dengan memberinya tanda. Saya paham, mungkin dari beberapa santri yang membacanya ini pasti akan bilang "percuma" Sebenarnya tidak ada yang sia-sia, meski sudah di tandai namun tidak hilang, setidaknya sendal mu memiliki ciri atau khas yang berbeda dari sandal temanmu yang lain Sebab jika tidak memberinya tanda, orang lain akan mudahnya mengakui begitu saja sendal mu yang baru di beli dari koperasi. Kecuali kamu membelinya di tempat lain yang benar-benar berbeda dan tidak ada yang memiliki nya kecuali kamu, limited edition. 3. Sembunyikan Setibanya kamu di masjid, kamar atau tempat lain, jangan pernah malas-malas untuk mengkondisikan terlebih dahulu sandal mu Terlihat sepele, namun cara ini sangat efektif, bagus dan efisien. Modal utamanya adalah kedisiplinan. Sebenarnya saya pun menulis ini sambil senyum-senyum sendiri. Dulu cara ini sering saya gunakan ketika di asrama atau di masjid, sendal terlebih dahulu saya amankan di tempat tersembunyi sebelum masuk masjid atau asrama. Terlihat ribet, namun setelah keluar masjid dijamin kamu tidak akan kehilangan sendal mu dan aman pulang dengan tidak nyeker. Seragam Seragam termasuk barang yang sering hilang di Pesantren karena bentuknya sama dan sangat dibutuhkan. Namun hilangnya seragam tak seekstrim hilangnya sandal. Setidaknya seragam digunakan hanya pada waktu-waktu tertentu dan jika diambil pun mudah di kenali. Namun perlu juga kehati-hatian dan kewaspadaan, karena dimana kita sedang membutuhkan seragam, namun seragam hilang, maka akan repot Karena seragam digunakan untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah dan jika tidak memakai seragam akan malu atau terkena hukuman Peci Barang yang sering hilang di Pesantren selanjutnya adalah peci. Peci sama hal nya dengan seragam Posisi barang yang sering hilang kedua setelah sandal yaitu peci, karena sering dipakai untuk pergi ke masjid atau upacara dan kegiatan keagamaan lainnya Adapun cara atau solusi agar tidak hilang nya peci sama seperti cara-cara seragam. Silahkan baca supaya peci tidak hilang atau tertukar dengan artikel berikut ini Buku Barang terakhir yang sering hilang yaitu buku. Buku atau kitab yang hilang ini tidak sama seperti seragam atau peci Karena kitab itu sendiri hanya diperlukan oleh kelas-kelas yang sama, jika kita duduk di kelas 3 maka yang mengambil buku kita tanpa izin tidak jauh dari teman sekelas atau seangkatan Jadi lebih mudah diidentifikasi atau ditemukan, baca selengkapnya untuk lebih mengetahui trik supaya buku tidak hilang. 2. Bully Gambar Kembali ke pembahasan utama Masalah Yang Sering Terjadi di Pesantren yaitu terjadinya pembullyan atau dalam istilah lamanya bisa dikenal dengan pelecehan Bullying atau kasus pelecehan ini sebenarnya tidak hanya di Pesantren, di sekolah formal pun kerap terjadi Namun bedanya kasus bullying dulu dengan sekarang berbeda. Dimana jaman sekarang adanya sosial media dimana kasus pembullyan ini bisa diekspos atau disebarkan Sedangkan jaman dulu, sebelum ada medsos kasus pembullyan hanya diketahui dilingkungan saja Dimana yang kuat akan menindas yang lemah dan yang lemah tidak bisa melawan atau tidak berani melaporkan nya, karena takut akan terjadi lebih parah oleh seorang pem bully Saya pun dulu merasakan pembullyan ini, diantaranya oleh teman sendiri. Diantaranya terkadang disuruh mengerjakan tugas mereka, dihina dan masih banyak lagi Sebelum memecahkan masalah pembullyan ini mari kita identifikasi terlebih dahulu kategori para korban pembullyan tersebut 1. Culun Berpenampilan cuek atau kurang modis menjadi salah satu santapan pembully, dimana penampilan fisik atau baju yang menurut kebanyakan orang aneh dan tidak sesuai di mata mereka akan menjadi bahan bulan-bulanan. Semisal sang anak jarang mandi atau mencuci, maka anak tersebut akan di ledek atau dihina "si jorok" misalnya Pembullyan ini sering terjadi dikalangan santri baru, dimana sesama santri akan meledek temannya Namun tak jarang kakak kelas yang kurang mengerti malah ikut-ikutan, namun hanya sedikit saja Karena yang paham dan mengerti akan lebih menasehatinya dengan baik, bukan dengan cara meledeknya. 2. Berkelainan khusus Bersifat aneh ini seperti sifat bawaan dari rumah, seperti ngomong yang kurang jelas, cadel, gagap sumbing dan kelemahan lainnya Memang menjadi keunikan tersendiri dan hiburan, namun tidak semua penderita diatas merasakan atau menyadari hal diatas Maksudnya, Terkadang ada yang tidak bisa bercanda atau maksudnya lebih mengganggap jika gurauan tersebut adalah hal yang serius Jadi seorang santri tersebut akan merasa dihina atau direndahkan. 3. Ras Ras ini sama seperti poin kedua diatas. Kulit, logat atau kebiasaan yang berbeda dari teman lainnya terkadang menjadi bahan ledekan Karena pembullyan atau ejekan di Pesantren tidak seperti di sekolah. Jika di sekolah biasanya akan meledek teman dengan nama orang tua Jika di pesantren tidak meledek dengan nama orang tua, tapi dengan ciri yang berbeda dari orang pada umumnya dilingkungan tersebut 4. Egois Sebenarnya santri yang egois disini merupakan hal yang positif, dimana santri yang egois mementingkan tugas dan tanggung jawab milik pribadi nya. Seperti tugas sekolah, setoran hafalan dan lain-lain Biasanya santri yang semangat seperti ini terkadang terkena sasaran sindiran, ledekan dari teman-teman yang tertinggal 5. Sering menyendiri Sifat santri pada dasarnya sama dengan masyarakat pada umumnya, bermacam-macam jenis watak dan karakter Ada yang jarang berbicara, jarang berkumpul atau jarang berinteraksi. Ada banyak berbagai macam alasan Santri tipe seperti ini pun terkadang sering disindir, sudah sering menyendiri, terkena ledekan pula. Biasanya santri tipe seperti ini pun jika tak kuat mental, maka akan keluar dari pesantren. Solusi menghindari pembullyan ini yaitu bisa dengan cara 1. Segera Laporkan Setelah terkena bullying, diharapkan pada teman atau dirinya sendiri yang terkena bullying langsung melaporkan pada kaka senior supaya mendapatkan mediasi. Tak mengapa bila dibilang "tukang ngadu" setidaknya teman pembully akan segan atau kapok suatu ketika ingin mulai membully mu lagi. 2. Nasehati Memang akan terasa percuma menasehati pembully atau bahkan kamu tidak akan berani Menasehati nya bukan oleh temannya langsung, namun bisa melalui kakak senior atau ustadz yang lebih didengar 3. Abaikan Sesekali sedikit menggubris bullyan memang tidak masalah. Namun jika pembullyan tak kunjung selesai, ada baiknya kamu mengabaikan bully tersebut. Karena lama kelamaan sang pembully akan bosan sendiri, sebab kamu tidak merespon mereka. 4. Sabar Solusi terakhir menghadapi pembullyan ini yaitu bersabar. Memang berat dan sulit, namun ketahuilah sabar senjata terakhir dalam menghadapi berbagai masalah di Pesantren Ucapkan Alhamdulillah, terimakasih dari setiap ledekan, hinaan, cacian dan makian. Ketika kesabaran sudah habis, tak mengapa juga sesekali kamu melawan mereka. Namun perlu digarisbawahi, jika sekiranya kamu bisa benar-benar melawan mereka. Jika tidak, serahkan saja pada yang lebih kuat atau berwenang. Gambar 3. Menu Makanan Menu makanan di Pesantren memang tak seenak menu makanan di rumah atau rumah makan Karena Pesantren sendiri pada dasarnya adalah tempat untuk belajar mandiri dan menimba ilmu agama Pesantren bukan restoran rumah makan atau bahkan hotel. Dengan menu masakan sajian yang enak dan asrama yang mewah Bukannya pesantren tidak bisa menyajikan masakan seenak rumah makan, sangat memungkinkan pesantren menyajikan menu ala restoran mewah Namun hal tersebut bukan termasuk pada pendidikan. Pesantren mendidik para santrinya dengan menu makanan ala kadarnya, meski dengan tahu dan kerupuk Belajar bersyukurlah, diharapkan para santri memaknai betul-betul makna bersyukur tersebut. Berapa banyak orang-orang diluar sana yang sama sekali tidak makan beberapa hari. Adapun solusi menghadapi menu makanan yang tidak disukai bisa dengan cara 1. Beli lauk di kantin Jika pada hari itu terdapat lauk yang kurang kita sukai dan minati, kamu bisa hanya mengambil nasi nya saja dan membeli lauknya di kantin Biasanya di beberapa Pesantren, kantin menyediakan lauk nasi untuk makan. Seperti pepes ikan, daging ayam dan lain-lain. 2. Stok abon, kecap dan sambel Seperti pada artikel sebelumnya yang pernah kami tulis yaitu makanan yang di bawa anak pesantren di dalam artikel tersebut kami telah merekomendasikan beberapa makanan dan cemilan yang cocok untuk santri di pesantren Abon, kecap dan sambel atau beberapa makanan lainnya bisa dijadikan teman makan nasi yang cocok dikala menu makanan pondok kurang support. 3. Tukar lauk ke dapur Ada beberapa santri yang memang terkadang alergi dengan lauk. Maka dari itu, biasanya pihak dapur menyediakan lauk khusus bagi santri yang memang benar-benar tidak suka dengan lauk yang ada saat itu. Kamu bisa langsung bicara saja dengan ibu-ibu dapur atau bagian dapur jika kamu tidak berkenan dengan lauk saat itu Biasanya dapur akan mengganti nya dengan mie instan atau lainnya. Gambar 4. Gatal-gatal Masalah Yang Sering Terjadi di Pesantren terakhir yaitu gatal-gatal atau para santri terkadang menyebutnya dengan kata "jarob" jarob sendiri berasal dari kata bahasa Arab yang artinya budug. Biasanya ustadz mengatakan belum sah seorang santri jika selama di pondok belum pernah terkena penyakit jarob. Jarob atau budug itu sendiri berasal dari kuman dan bakteri yang berada di kulit santri yang jorok. Biasanya santri yang jorok disebabkan jarang mencuci dan mandi, terkadang ada pula santri yang rajin mandi dan mencuci tetap terkena penyakit ini Itu disebabkan santri tersebut tertular dari temannya yang jorok. Fenomena ini memang sangat sulit dihindari, karena garuk-garuk sendiri merupakan ciri khas seorang santri. Bahkan tak jarang rasa gatal atau budug tersebut terkena alat vital dikarenakan jarang mengganti pakaian dalam. Berikut Trik mengatasi fenomena jarob atau budug pada santri 1. Rajin Mandi dan Mencuci Rajin-rajinlah mandi minimal sehari dua kali. Sesibuk apapun aktivitas kita di Pondok, kegiatan mandi harus di sempatkan Karena aktifitas di Pondok yang padat 24 jam cukup membuat banyak bakteri dan kotoran pada kulit Tak jarang terkadang air di pondok pun kurang mendukung. Maka dari itu jika yang mandi saja masih gatal-gatal apalagi yang tidak mandi. Mencuci pakaian ada baiknya dilakukan dua atau tiga hari sekali. Jangan menumpuk pakaian kotor di dalam lemari Lebih baik setiap hari mencuci, mencicil pakaian sedikit demi sedikit daripada langsung sekaligus mencuci di satu waktu karena tidak baik. 2. Jemur Kasur Jemur Kasur minimal seminggu sekali, bukan hanya kasur mu saja tapi kasur temanmu yang lainnya juga Karena di satu asrama kamu tidak tinggal sendirian. Ingatkan temanmu supaya hidup bersih, sehat dan disiplin. 3. Beli kapur bagus Biasanya di dalam lemari santri ada makhluk penghisap darah yang namanya tumbila. Hewan ini pun kerap membuat kulit santri gatal-gatal. Bisa disebabkan karena kelembapan suhu ruangan di asrama dan aneka aroma di asrama yang semakin membuat kutu kupret ini betah. 4. Gunakan Sabun Dettol Dettol sudah dikenal cukup ampuh mengatasi kuman dan bakteri. Entah Dettol yang diteteskan di bak mandi atau berupa sabun Banyak sabun mandi yang memang dikhususkan untuk membasmi kuman dan bakteri lebih ampuh selain Dettol Penggunaan sabun antiseptik ini sangat direkomendasikan bagi para santri di Pondok Pesantren. 5. Bersihkan asrama Meski "tandziful aam" seminggu sekali sebenarnya tak perlu menunggu hari-hari tertentu untuk bersih-bersih atau mengandalkan yang piket Kapanpun dirasa asrama atau kamar terlihat mulai bau atau berantakan, silahkan segera di instruksikan kepada anggota asrama supaya bersih-bersih. 6. Simpan pakaian kotor diluar asrama Terkadang beberapa santri menyimpan pakaian kotor di lemari supaya tidak hilang. Namun menyimpan pakaian kotor didalam lemari juga tidak baik Sebab kuman dan bakteri atau bahkan bau apek akan menyebar ke sekitar lemari. Pakaian bersih pun akan terkena bau nya Maka dari itu, ada baiknya pakaian kotor, kaos kaki kalo bisa simpan atau bungkus di luar kamar. Supaya tidak hilang, segera cuci. Penutup Nah, sobat wakilsantri sekalian. Itu dia daftar-daftar dan solusi masalah-masalah yang sering terjadi di Pesantren. Sebenarnya masih sangat banyak, namun kali ini kita membahas nya pada hal-hal yang kerap terjadi saja Tidak hanya di Pesantren, hidup diluar pesantren pun pasti akan ada saja masalah. Masalah itu pun kembali lagi pada kita bagaimana mengahadapi permasalahan yang ada. Hadapi dan jangan lari dari masalah, atau bahkan mengkambing hitamkan pihak-pihak lain. Masalah datang untuk menguji sejauh mana kita sabar menghadapi masalah tersebut. Jika kita lulus dari permasalahan tersebut, maka naik pula lah derajat kita di hadapan Allah Subhanahu wa ta'ala Wallahu'alam..
Takberhenti di situ, layaknya sedang ber-stand up comedy, Bintang Emon kembali membuat punchline atau bagian yang lucu dari sebuah bit. Baca Juga: Satire Melanie Subono Soal Baju Louis Vuitton DPRD Tangerang: Maksih Rakyat Udah Traktir "Baju partai yang bahannya kayak saringan tahu," katanya. Soal baju partai belum selesai dibahas Bintang Emon.

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan akhlak santri. Namun, tak jarang santri mengalami masalah kecil seperti kehilangan baju di pesantren. Ini tentu sangat merepotkan dan mengganggu aktivitas belajar mengajar. Nah, berikut ini adalah beberapa trik agar baju tidak hilang di pesantren 1. Beri Tanda pada Baju Cara pertama agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan memberi tanda pada baju. Kamu bisa menggunakan spidol atau stiker untuk memberi tanda pada baju. Tanda ini bisa berupa nama atau nomor yang mudah dikenali. Dengan memberi tanda pada baju, kamu bisa dengan mudah mengidentifikasi baju milikmu dan menghindari kehilangan baju. 2. Gunakan Tas Khusus Baju Cara kedua agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan menggunakan tas khusus baju. Kamu bisa menggunakan tas khusus baju yang berbeda dengan tas sekolahmu. Tas khusus baju ini bisa kamu tempatkan di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau orang lain. Dengan menggunakan tas khusus baju, kamu bisa meminimalisir risiko kehilangan baju di pesantren. 3. Jangan Menggantung Baju di Tempat Umum Cara ketiga agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan tidak menggantung baju di tempat umum. Biasanya, santri sering menggantung baju di tempat umum seperti kamar mandi atau ruang tamu. Hal ini bisa memicu risiko kehilangan baju karena orang lain dapat dengan mudah mengambil baju tersebut. Sebaiknya, kamu menggantung baju di tempat yang lebih aman seperti dalam tas khusus baju. 4. Menyimpan Baju di Tempat yang Aman Cara keempat agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan menyimpan baju di tempat yang aman. Kamu bisa menyimpan baju di dalam loker atau tempat penyimpanan lainnya. Pastikan tempat penyimpanan baju kamu aman dan tidak mudah dijangkau orang lain. Dengan menyimpan baju di tempat yang aman, kamu bisa meminimalisir risiko kehilangan baju di pesantren. 5. Jangan Meminjamkan Baju ke Orang Lain Cara kelima agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan tidak meminjamkan baju ke orang lain. Meskipun kamu sudah kenal dengan orang tersebut, tetap saja risiko kehilangan baju masih ada. Sebaiknya, kamu membeli baju cadangan yang bisa kamu gunakan jika baju utamamu hilang. 6. Tidak Membawa Baju Terlalu Banyak Cara keenam agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan tidak membawa baju terlalu banyak. Kamu sebaiknya hanya membawa baju yang benar-benar dibutuhkan saja. Jangan membawa terlalu banyak baju karena hal ini bisa membuatmu kesulitan dalam mengatur dan menjaga baju tersebut. 7. Rajin Mencuci Baju Cara ketujuh agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan rajin mencuci baju. Dengan mencuci baju secara rutin, kamu bisa meminimalisir risiko kehilangan baju karena baju selalu bersih dan tidak menumpuk di tempat penyimpanan yang tidak aman. Selain itu, mencuci baju juga bisa membuatmu lebih rajin dan disiplin dalam menjaga barang-barangmu. 8. Menjaga Kebersihan Lingkungan Cara kedelapan agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan rapi bisa membuatmu lebih mudah mengatur barang-barangmu, termasuk baju. Selain itu, lingkungan yang bersih dan rapi juga bisa meminimalisir risiko kehilangan baju karena tidak ada barang yang bertumpuk di tempat yang tidak semestinya. 9. Berkomunikasi dengan Teman Cara kesembilan agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan berkomunikasi dengan teman. Kamu bisa mengajak teman-temanmu untuk saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain agar tidak kehilangan baju. Dengan berkomunikasi dengan teman, kamu bisa membangun kebersamaan dan kepercayaan satu sama lain. 10. Memiliki Etika yang Baik Cara kesepuluh agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan memiliki etika yang baik. Etika yang baik bisa membuatmu lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam menjaga barang-barangmu, termasuk baju. Selain itu, etika yang baik juga bisa membangun hubungan yang baik dengan orang lain sehingga kamu lebih mudah mendapatkan bantuan jika ada masalah. Kesimpulan Dari beberapa trik di atas, sebenarnya cara terbaik agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan menjaga barang-barangmu dengan baik dan membangun etika yang baik. Dengan cara ini, kamu bisa menjadi santri yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. Selain itu, kamu juga bisa membangun hubungan yang baik dengan orang lain sehingga lebih mudah mendapatkan bantuan jika ada masalah.

TipsDEA#3Agar Barang Tidak Hilang di Pesantren:1. Edukasi tentang bahaya mengghoshob/mencuri.2. Semua santri harus punya barang keperluan pribadi.3. Batasi/
TigaTahun Mengembara, Film Pesantren akan Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 4 Agustus 2022 9 Potret Mulan Jameela Pakai Baju India, Pesonanya Bikin Pangling Suhu Panas Memengaruhi Penderita
Jakarta(beritajatim.com) – Gelisah rasanya apabila barang-barang penting kita hilang atau terselip saat di luar rumah atau melakukan perjalanan. Selain banyak waktu terbuang percuma untuk mencarinya, kehilangan barang dapat merusak mood dan membuat aktivitas menjadi tidak maksimal. Samsung memberikan solusinya lewat Galaxy SmartTag untuk Dzikirharian yang merupakan makanan pokok di Pesantren Sirnarasa pun menuai beberapa kritik dari luar pihak. Ada yang mengatakan bahwa dzikir dan amalan yang dilakukan di Pesantren Sirnarasa merupakan dzikir yang berlebihan, bahkan ada pula yang tidak segan beranggapan bahwa Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyyah di pesantren ini merupakan aliran .
  • 30yevd5fjh.pages.dev/214
  • 30yevd5fjh.pages.dev/478
  • 30yevd5fjh.pages.dev/451
  • 30yevd5fjh.pages.dev/254
  • 30yevd5fjh.pages.dev/57
  • 30yevd5fjh.pages.dev/442
  • 30yevd5fjh.pages.dev/27
  • 30yevd5fjh.pages.dev/287
  • trik agar baju tidak hilang di pesantren