Ilustrasi seorang pemula yang bingung dengan cara membuat laporan hasil pengamatan. Sumber membuat laporan hasil pengamatan terbagi dari beberapa tahap yang harus dilakuka. Hal itu mungkin sedikit membingungkan, terlebih bagi seorang yang diketahui, menulis laporan merupakan tahap terakhir dalam pengamatan atau observasi. Untuk itu, sebuah laporan harus dibuat dengan cara sistematis, sehingga hasil pengamatan dapat dipublikasikan dan dimanfaatkan. Cara membuat laporan hasil pengamatanBerikut tahapan-tahapan yang harus dilakukan seorang pengamat dalam menyusun laporannyaTahapan awal dalam menulis laporan hasil pengamatan, yakni membuat judul yang menggambarkan secara umum tentang pengamatan yang telah Ade Wahyuni Izhar dalam bukunya yang berjudul Menulis Laporan Penelitian Bagi Pemula, biasanya judul laporan ditentukan setelah seorang pengamat atau peneliti menentukan hal apa yang ingin Menuliskan PendahuluanPada bagian ini, pengamat wajib menjelaskan apa yang melatarbelakangi pengamatan tersebut dilakukan. Pendahuluan ini harus ditulis secara sistematis dan realistis atau sesuai dengan apa yang ada di lapangan. Tak hanya itu, di bagian ini juga pengamat wajib menjelaskan metode yang akan seseorang menulis laporan hasil pengamatan. Sumber buku 99 Cara Mudah Menulis Karya Ilmiah yang ditulis oleh Niknik M. Kuntarto & Hendar Putranto dalam mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus dicantumkan dalam bagian pendahuluan, yakniLatar belakang. Pengamat harus menggambarkan mengapa topik pengamatan itu dipilih serta mengapa topik itu harus penting dan menarik untuk masalah. Pada bagian ini, pengamat harus menuliskan beberapa poin masalah penting yang akan diamati atau pengamatan. Secara sederhana, di bagian ini pengamat bisa menuliskan apa saja tujuan yang ingin dicapai melalui pengamatan pengamatan. Tak hanya menuliskan tujuan, pengamat juga harus mencantumkan manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari hasil pengamatan yang telah dilakukan. Entah manfaat secara pribadi, maupun secara pemikiran. Pada bagian ini, pengamat akan menjelaskan alur pemikiran atau logika berjalannya pengamatan yang akan dilakukan. Biasanya, pada bagian ini disajikan dalam bentuk diagram Bagian ini biasanya menjelaskan jenis serta metode atau cara apa saja yang dipilih oleh pengamat untuk melakukan sebuah observasi. Alasan mengapa sebuah metode dipilih dalam pengamatan juga wajib disertakan dalam bagian iniLokasi dan waktu pengamatan. Bagian ini memiliki tujuan untuk menginformasikan kapan dan di mana pengamatan atau penelitian penggambaran kerangka pemikiran. Sumber Menulis Isi PenelitianBagian isi merupakan bagian inti dari laporan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Menurut DR. Dr. Irfanuddin dalam bukunya yang berjudul Cara Sistematis Berlatih Meneliti, ada setidaknya dua pembahasan yang bisa dijelaskan pengamat dalam bagian ini, yaituHasil pengamatan. Secara lugas dan langsung, pengamat bisa memaparkan hasil pengamatannya. Bagian ini wajib disusun secara sistematis dan Dalam bagian ini, pengamat diharuskan untuk memberikan hasil analisis dari pengamatan yang telah dilakukan. Selain itu, kekuatan dan kelemahan dari hasil pengamatan juga dicantumkan pada bagian Membuat Bagian PenutupPada bagian penutup, DR. Dr. Irfanuddin juga menjelaskan bahwa ada dua bagian yang harus dicantumkan dalam bagian penutup, yaituKesimpulan. Hasil pengamatan yang telah dilakukan kemudian dirangkum dan disimpulkan. Saran. Pengamat biasanya memberikan saran kepada beberapa pihak atau instansi terkait yang relevan dengan topik yang hanya itu, setelah membuat bagian penutup, referensi yang menunjang pengamatan harus disertakan pada bagian daftar pustaka. Membuat abstrak juga merupakan tahapan akhir dari pembuatan laporan hasil saja bagian penutup dalam laporan hasil pengamatan?Apa dua hal penting yang dibahas dalam isi laporan hasil pengamatan?Apa yang dijelaskan dalam kerangka pemikiran di laporan hasil pengamatan?
Dilansirdari Ensiklopedia, laporan hasil pengamatan harus memuat hal yang diamati, waktu pengamatan, hasil pengamatan, kesimpulan.. Baca Juga Yang merupakan tugas AKN/Perwakilan BPK dalam pemantauan penyelesaian kerugian negara adalah? Leave a Comment Cancel reply. Comment.Ciriciri observasi siswa atau pengamatan siswa di atas, harus ditaati oleh peneliti dengan sebaik-baiknya. Ciri Objektif maksudnya harus sesuai dengan fakta di lapangan tanpa dipengaruhi oleh pendapat diri sendiri. Dalam laporan hasil observasi tidak memuat pemikiran atau analisis dari pengamat atau penulis laporan.Bagian ini perlu dirapikan agar memenuhi standar WikibukuMerapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini. TEKS LAPORAN PERCOBAAN PENGERTIAN [sunting] Teks laporan adalah teks yang berisi penjabaran umum / melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan observasi. Teks laporan report ini juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Jenis teks ini mendeskripsikan atau menggambarkan bentuk, ciri, atau sifat umum general seperti benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta. CIRI-CIRI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI [sunting] Harus mengandung fakta bersifat objektif,universal harus ditulis sempurna dan lengkap tidak memasukkan hal-hal yang menyimpang, mengandung prasangka, atau pemihakan disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot, maupun susunan logis. Pada umumnya teks laporan hasil observasi memiliki bentuk yang hampir sama dengan teks deskripsi, tetapi sebenarnya sifat kedua teks tersebut berbeda. Teks laporan menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta apa adanya tanpa ada opini/pendapat penulis. Sedangkan teks deskripsi menggambarkan secara khusus unik dan individual dan menggambarkan sesuai dengan sudut pandang penulis. STRUKTUR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI [sunting] Strukturnya terdiri dari tiga bagian Ya itu 1. Pendahuluan[sunting] Di dalam pendahuluan, teks laporan hasil obesrvasi berisikan tentang penjelasan umum atau klarifikasi umum/definisi umum. 2. Isi [sunting] Di dalam isi teks laporan hasil observasi terdapat deskripsi bagian dan deskripsi manfaat 3. Penutup[sunting] Di bagian penutup terdapat kesimpulan LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI[sunting] Membuat judul laporan yang benar sesuai dengan pengamatan yang dilakukan. Menyusun kalimat pembukaan. Menyusun isi laporan yang berisi gagasan-gagasan pokok dan saran yang disertai alasan terhadap laporan hasil pengamatan. Menulis kalimat penutup. KAIDAH TEKS OBSERVASI[sunting] Bersifat global dan universal Merupakan hasil penelitian terkini Menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar Objek yang dibicarakan atau yang menjadi pembahasan adalah objek tunggal Tidak ada penutup dari pengarang FUNGSI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI[sunting] Memberitahukan atau menjelaskan tanggung jawab tugas dan kegiatan pengamatan Memberitahukan atau menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan atau pemecahan masalah dalam pengamatan. Merupakan sumber informasi dan Merupakan bahan untuk pendokumentasian. TUJUAN PEMBUATAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI[sunting] Melaporkan Hasil Pengamatan Secara Sistematis dan Objektif Mengatasi suatu masalah, Mengambil suatu keputusan yang lebih efektif. Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah. Mengadakan pengawasan dan perbaikan. Menemukan Suatu Cara untuk Mengatasi Permasalahan. Memberikan Pemaparan yang Benar. SIFAT-SIFAT TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI 1 Bersifat objektif Teks laporan hasil observasi sesuai dengan kenyataan 2 Bersifat informatif Teks laporan hasil observasi dapat dijadikan sebagai sumber pengalaman orang lain jika melakukan hal serupa 3 Bersifat komunikatif SYARAT PENYUSUNAN TEKS HASIL OBSERVASI[sunting] Lengkap Informatif tidak berisikan kesimpulan HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA OBSERVASI [sunting] Mencatat data yang diperlukan dan menyesuaikan dengan tujuan dan fungsinya Melakukan survey tempat dan melakukan observasi Menemui narasumber untuk wawancara sebagai bukti penguat dan referensi Mencatat hasil observasi Downloadpresentation. LAPORAN HASIL AUDIT SISTEM INFORMASI AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI. • Pelaporan hasil audit merupakan tahap akhir kegiatan audit. • Pelaporan harus pemeriksaan, sesuai dengan norma • Penyusunan laporan hasil audit juga harus mempertimbangkan dampak psikologis, terutama yang bersifat dampak negatif bagi auditee Contoh Laporan Hasil Pengamatan beserta Cara Membuatnya Lengkap dengan Strukturnya – Laporan Hasil Pengamatan adalah salah satu teks yang dipelajari dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Teks ini berguna untuk melaporkan satu kegiatan pengamatan atau observasi. Laporan tersebut bisa menjadi bukti bahwa pengamat telah melakukan kewajibannya atau pekerjaannya. Seperti apa contoh laporan hasil pengamatan beserta cara membuatnya? Baca artikelnya hingga tamat, ya! Ini Contoh Laporan Hasil Pengamatan beserta Cara MembuatnyaDaftar IsiIni Contoh Laporan Hasil Pengamatan beserta Cara MembuatnyaContoh Laporan Hasil Pengamatan 1Contoh Laporan Hasil Pengamatan 2Cara Membuat Laporan Hasil PengamatanStruktur Laporan Hasil Pengamatan Daftar Isi Ini Contoh Laporan Hasil Pengamatan beserta Cara Membuatnya Contoh Laporan Hasil Pengamatan 1 Contoh Laporan Hasil Pengamatan 2 Cara Membuat Laporan Hasil Pengamatan Struktur Laporan Hasil Pengamatan Canva Contoh laporan hasil pengamatan adalah satu bukti fisik bahwa satu kegiatan pengamatan yang telah direncanakan telah dilakukan oleh pengamat. Di dalamnya biasa memuat sebuah definisi umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat. Untuk lebih paham lagi, cek dulu beberapa contoh laporan hasil pengamatan berikut ini. Contoh Laporan Hasil Pengamatan 1 Kucing Canva Definisi umum Kucing merupakan hewan mamalia yang biasa dipelihara oleh manusia. Kucing sendiri terbagi menjadi dua bagian, yaitu kucing domestik yang sudah hidup berdampingan dengan manusia dan kucing liar yang masih buas dan hidup di hutan. Berdasarkan keturunannya, kucing terbagi menjadi beberapa jenis, seperti kucing kampung, kucing ras, dan kucing campuran. Deskripsi bagian Kucing memiliki warna bulu yang berbeda-beda. Ada yang berwarna orange, hitam, putih, belang, abu-abu, dan berbagai warna lainnya yang merupakan campuran dari warna-warna tersebut. Kucing merupakan hewan karnivora karena memakan daging. Hewan berkaki empat ini memiliki dampalan pada kakinya yang berfungsi untuk mengurangi bunyi derapan kaki saat akan menyerang atau mengamati mangsa. Kumis kucing merupakan alat keseimbangan dan juga penentu arah pada saat kegelapan. Misai atau kumis kucing mampu mendeteksi perubahan arah angin sekecil apa pun sehingga tak membuatnya tersesat meski hari gelap. Deskripsi manfaat Kucing memiliki beberapa manfaat bagi lingkungan maupun bagi manusia. Dalam satu ekosistem, kucing bisa merupakan rantai makanan tertinggi. Selain itu, kucing juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir hama tikus. Manfaat lainnya adalah kucing bisa jadi pereda stress karena tingkah lucunya yang menggemaskan bila dipelihara. Kesimpulan Kucing merupakan hewan mamalia yang hidup berdampingan dengan manusia. Meski begitu, masih ada jenis kucing yang masih liar dan hidup di hutan. Semua bagian kucing berfungsi untuk melindungi diri dan juga dalam memangsa makanannya. Kucing bermanfaat untuk manusia sebagai peliharaan dan juga pengusir hama. Itulah contoh laporan hasil pengamatan beserta cara membuatnya akan dibahas di bagian akhir artikel. Contoh Laporan Hasil Pengamatan 2 Ikan Cupang Canva Definisi umum Ikan cupang merupakan hewan endemik yang hidup di perairan darat Asia Tenggara. Ikan dengan tampilan visual yang cantik dan menakjubkan ini bisa ditemui di Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Ikan cupang ada banyak jenisnya seperti cupang alam dan cupang hasil rekayasa genetika para breeder-nya. Ikan cupang alam memiliki warna yang tidak begitu mencolok seperti ikan cupang hasil budidaya. Ikan cupan hasil budidaya yang terkenal jenisnya ada nemo, plakat, rose tail, crown tail, dan serit. Ikan cupang serit merupakan jenis asli rekayasa genetika yang dilakukan oleh para breeder di Indonesia tepatnya di Petamburan, Jakarta. Deskripsi bagian Ikan cupang atau betta fish memiliki tubuh yang kecil. Meski demikian, di alam liarnya mereka terkenal sebagai ikan petarung. Ikan cupang jantan tidak bisa hidup satu wilayah dengan jantan lainnya. Mereka akan saling serang hingga bisa saling melukai. Sirip yang indah ini berfungsi untuk menarik para betina untuk kawin. Sementara itu saat bertarung, ikan cupang jantan akan mengeluarkan insangnya membentuk sebuah lingkaran seperti rambut di leher singa jantan. Deskripsi manfaat Di alam liar, ikan cupang memiliki manfaat untuk memangsa berbagai serangga yang hidup di persawahan atau tempat tinggalnya. Dalam rangkai makanan, Ia termasuk salah satu pemangsa yang menjaga keseimbangan ekosistemnya. Bentuk dan warnanya yang indah membuatnya layak untuk dibudidayakan sehingga bisa menghasilkan rupiah bagi para pembudidayanya. Kesimpulan Ikan cupang termasuk hewan peliharaan yang populer sekarang ini. Bentuk dan warnanya yang indah sungguh menyenangkan untuk dilihat. Selain itu, ikan cupang juga mendatangkan keuntungan yang menggiurkan bila dibudidayakan. Itulah contoh-contoh laporan hasil pengamatan lengkap dengan strukturnya. Lalu bagaimana cara membuatnya? Hal tersebut akan dibahas berikut ini. Cara Membuat Laporan Hasil Pengamatan Sudah melihat contoh hasil pengamatan, lalu bagaimana cara membuatnya sendiri untuk kepentingan tugasmu? Berikut ini cara membuat laporan teks laporan hasil observasi yang bisa kamu ikuti. Menentukan objek apa yang mau diamati. Melakukan kegiatan pengamatan objek yang telah ditentukan. Mencatat semua data yang telah dikumpulkan mengenai objek. Membuat kerangka atau struktur laporan. Mulai menulis laporan berdasarkan struktur laporan yang telah dibuat. Melakukan penyuntingan atau editing dari draft laporan yang telah jadi. Melakukan review atau pengecekan laporan sebelum disubmit atau diberikan kepada guru. Demikianlah tata cara membuat sebuah laporan hasil pengamatan yang bisa kamu ikuti. Artikel ini tampaknya sudah lengkap dengan contoh laporan hasil pengamatan beserta cara membuatnya. Namun, masih ada satu bagian yaitu struktur laporan yang belum dibagikan. Struktur laporan hasil pengamatan bisa kamu baca di bagian selanjutnya, ya! Struktur Laporan Hasil Pengamatan Agar lebih memudahkanmu dalam membuat sebuah laporan hasil pengamatan, mengetahui strukturnya bisa sangat membantu. Berikut ini struktur teks laporan hasil observasi yang wajib ada. 1. Definisi umum Definisi umum memuat informasi yang sudah diketahui khalayak banyak. Misalkan objek pengamatannya adalah kucing, maka sebutkanlah hal-hal umum mengenai hewan ini seperti hewan berbulu, kerap dijadikan peliharaan, ada yang jinak dan ada yang liar, dan seterusnya. 2. Deskripsi bagian Beranjak dari definisi umum, ada yang namanya deskripsi bagian. Bagian ini mulai mendetail seperti pada warna, usia, bentuk tubuh, dan semua fitur yang bisa diamati dari objek. 3. Deskripsi manfaat Dalam deskripsi manfaat dimuat berbagai manfaat dari objek yang diteliti. Manfaatnya bisa yang langsung dirasakan oleh manusia atau pun tidak. Misalnya, kucing bermanfaat sebagai teman pereda stress bila dipelihara dan untuk petani berguna untuk mengusir hama tikus. 4. Kesimpulan Berisikan beberapa kalimat sederhana yang merangkum semua poin-poin yang telah diungkapkan di bagian-bagian lainnya. Bisa juga merupakan kesimpulan atau pemahaman baru yang didapat dari pengamatan yang telah dilakukan. Itulah struktur dari sebuah laporan hasil pengamatan yang terdiri dari definisi umum, deskripsi bagian, deskripsi manfaat, dan kesimpulan. Membuat laporan hasil pengamatan dengan menyematkan dulu bagian-bagian tersebut akan mempermudah jalannya observasi. Penutup Demikianlah ulasan mengenai contoh laporan hasil pengamatan beserta cara membuatnya. Kamu harus tahu dulu apa saja struktur yang ada dalam sebuah laporan hasil pengamatan. Dari sanalah sebuah laporan bisa ditulis untuk kemudian dilaporkan. Bagaimana, mudah bukan membuat laporan hasil pengamatan? Jika kamu ingin mengetahui informasi lainnya tentang pelajaran bahasa Indonesia, kamu dapat mengunjungi blog Mamikos Info untuk temukan beragam artikel bermanfaat yang dapat kamu baca. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta Mencatatatau mengumpulkan data pengamatan terhadap objek yang telah diamati. Membuat kerangka laporan. Mengembangkan kerangka laporan menjadi laporan dengan bahasa yang baik dan benar. Menyunting atau mengedit hasil laporan agar menjadi lebih sempurna. Setelah menyusun laporan, maka kita tentu menginginkan laporan kita dalam keadaan sempurna. - Praktik Menulis Laporan Pengamatan - Definisi dan Langkah-langkah membuat laporan pengamatan Definisi Laporan Pengamatan Apa itu laporan pengamatan? Laporan Pengamatan adalah laporan atau tulisan yang dibuat sebagai hasil pengamatan terhadap objek pengataman tertentu, seperti sebuah tempat atau suatu proses pekerjaan. Laporan pengamatan terhadap sebuah tempat, misalnya, laporan pengamatan perpustakaan sekolah, kantin sekolah, ruang UKS. Langkah-Langkah atau tahap-tahap membuat laporan pengamatan Setelah kita tahu apa itu laporan pengamatan, sekarang kita akan belajar tentang tahap-tahap membuat laporan pengamatan. Ada 4 tahap untuk Menulis laporan pengamatan, yaitu sebagai berikut 1. Tahap 1 a. Menentukan objek hal yang diamati, bisa berupa sebuah tempat atau proses pekerjaan tadi b. Menentukan tujuan dan waktu pengamatan. 2. Tahap 2 a. Melakukan pengamatan. b. Membuat catatan tentang hal yang diamati. 3. Tahap 3 a, Menulis atau Membuat konsep awal laporan pengamatan. b. Menulis laporan secara utuh. 4. Tahap 4 a. Memeriksa kembali laporan b. Memperbaiki laporan sehingga menjadi hasil akhir yang siap dinilai atau dipresentasikan. Sistematika Laporan Pengamatan Laporan pengamatan ditulis dengan sistematika yang telah ditentukan. Berikut ini adalah contoh sistematika penulisan laporan pengamatan. JUDUL LAPORAN PENGAMATAN Objek Pengamatan Waktu Pengamatan Tujuan Pengamatan Tempat Pengamatan Pengamat Hasil Pengamatan Hasil pengamatan ditulis dalam bentuk paragraf-paragraf. *** Siswa-siswi kelas 5 SD Labschool Unnes secara berkelompok telah berlatih membuat laporan pengamatan pada awal Maret 2017 kemarin. Mereka saya minta untuk melakukan pengamatan dan membuat laporan pengamatan terhadap beberapa objek pengamatan yang ada di sekolah, di antaranya 1. Art Class atau Ruang Seni dan Budaya SD Labschool Unnes 2. Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam Lab. IPA 3. Kantin Sekolah 4. Ruang Perpustakaan Sekolah, dan 5. Ruang Usaha Kesehatan Sekolah Ruang UKS Demikian sekelumit materi pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 SD tentang menulis laporan pengamatan, definisi, tujuan, hingga langkah-langkah membuat laporan pengamatan. Laporanhasil pengamatan harus memuat . answer choices . A. hal yang diamati, waktu pengamatan, orang yang mengamati, kesimpulan. B. hal yang diamati, waktu pengamatan, hasil pengamatan, kesimpulan. Laporan pengamatan di atas berisi tentang . answer choices . A. Kedisiplinan siswa dalam mengikuti upacara.
Bagaimana cara menyusun laporan hasil pengamatan yang baik? Cara menyusun laporan pengamatan yang baik yaitu melalui tahapan-tahapan yang jelas dan terukur, misalnya dengan melakukan pengamatan satu objek kemudian mencatat atau mengumpulkan data pengamatan terhadap objek yang telah diamati. Langkah pertama menulis laporan hasil pengamatan adalah membuat judul laporan sesuai dengan yang di amati. Contoh dari judul ini, misalnya Laporan Hasil Pengamatan Tanaman Tomat Selama 3 Bulan’. Setelah menuliskan judul, kemudian menyusun kalimat pembuka. Kalimat pembuka laporan hasil pengamatan berisi uraian yang mengantarkan kepada para pembaca laporan penelitian kepada permasalahan yang diteliti. Kalimat pembuka laporan hasil pengamatan juga berisi ungkapkan ucapan terima kasih dan apresiasi peneliti kepada pihak-pihak yang telah berjasa dalam menyelesaikan penelitian ilmiahnya. Contoh kalimat pembuka laporan hasil pengamatan, sebagai berikut iniPuji dan syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Eda atas limpahan berkah dan rahmatNya, tim peneliti dapat menyelesaikan laporan hasil pengamatan yang berjudul “Laporan Hasil Pengamatan Tanaman Tomat Selama 3 Bulan”. Secara ringkas, berikut 5 cara menyusun laporan hasil pengamatan yang baik pengamatan satu atau mengumpulkan data pengamatan terhadap objek yang telah kerangka kerangka laporan menjadi laporan dengan bahasa baik dan atau mengedit hasil laporan agar menjadi lebih sempurna Tujuan pembuatan laporan pengamatan adalah untuk mengatasi suatu persoalan yang telah, sedang dan akan dihadapi. Selain itu, tujuan pembuatan laporan pengamatan adalah untuk menemukan teknik atau cara terbaru. Syarat-syarat Laporan Agar laporan yang dibuat dapat dengan mudah dibaca dan dimengerti maka laporan tersebut harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut a. Laporan harus benar Isi laporan mungkin berbeda-beda, akan tetapi isi laporan harus dapat dimengerti oleh si penerima. Di samping itu laporan harus dapat memenuhi keinginan yang memintanya. Agar laporan dapat memenuhi fungsinya maka laporan harus memuat informasi yang benar dan objektif. Hal ini berarti bahwa informasi yang dituangkan dalam laporan harus yang berhubungan dengan masalah yang akan dikemukakan. Kebenaran dari informasi tersebut sangat penting karena hal tersebut sangat berkaitan dengan pengambilan keputusan. Bila informasi dalam laporan tersebut tidak benar maka keputusan yang diambil pun akan yang dikumpulkan untuk penyusunan laporan mungkin banyak sekali. Untuk itu diperlukan kemampuan serta ketelitian pembuat laporan b. Laporan harus langsung pada sasaran Perlu disadari bahwa pimpinan mempunyai waktu yang sangat terbatas. Dengan keterbatasan waktu yang dimiliki, hendaknya kita harus mengusahakan agar laporan yang kita buat tidak terlalu panjang sehingga tidak terlalu menyita waktu pimpinan. Hindari penggunaan kata-kata kiasan yang hanya sekadar untuk memberi kesan bahwa laporan tersebut laporan harus diusahakan singkat, tepat, padat, dan jelas serta langsung mengenai persoalannya. c. Laporan harus lengkap Kelengkapan suatu laporan banyak ditentukan oleh kemampuan penyusun dalam mengorganisir data yang mencakup semua segi masalah yang dilaporkan. Penyajian dalam bentuk uraian akan lebih lengkap kalau ditunjang dengan supporting data data penunjang misalnya, data statistik, grafik, skema, dan sebagainya. d. Laporan harus tegas dan konsisten Laporan hendaknya dibuat sedemikian rupa sehingga tidak memberikan kesempatan timbulnya masalah atau persoalan baru. Ini berarti bahwa uraian yang dikemukakan harus tegas dan konsisten antara bagian laporan yang satu dengan bagian yang lainnya. Keterangan yang dilaporkan harus tetap, artinya si pelapor harus konsekuen atas keterangan yang dikemukakannya dalam keadaan dan situasi apapun. e. Laporan harus tepat pada waktunya Agar pimpinan dapat menentukan kebijaksanaan selanjutnya dan dapat menyelesaikan masalah dengan benar maka ketepatan waktu penyampaian laporan harus benar-benar diperhatikan. Laporan harus diusahakan secepat-cepatnya dibuat dan disampaikan kepada pimpinan. Tidak tepatnya waktu penyampaian suatu laporan berarti tindakan korektif yang harus diambil ataupun follow up-nya akan mengalami keterlambatan. Hal ini akan mengakibatkan hal yang negatif pada organisasi. f. Laporan harus tepat penerimaannya Laporan pada dasarnya mengandung pengertian komunikasi timbal balik antara yang memberi laporan dengan penerima laporan atau antara atasan dan bawahan. Di satu pihak atasan ingin mengetahui sampai di mana pelaksanaan tugas yang telah diberikannya, dan di lain pihak bawahan ingin mengetahui atau mendapatkan respons dari atasan atas laporannya serta bagaimana follow up dari laporan tersebut. Oleh karena itu, laporan harus benar-benar sampai kepada yang memintanya. Laporan yang tidak sampai kepada sasarannya dan sampai kepada orang yang tidak berhak membacanya, akan menimbulkan masalah yang tidak diinginkan, misalnya terjadi kebocoran rahasia, laporan bagi yang memintanya sudah tidak ada nilainya lagi, dan penilaian negatif oleh atasan terhadap bawahan bersangkutan tentang cara menyusun laporan. Sistematika Penyajian Laporan Pengamatan Sistematika laporan umumnya terdiri dari 3 bagian yaitu awal, pokok, dan akhir. Selanjutnya tulisan ini memaparkan 3 bagian tersebut BAGIAN AWAL Bagian awal laporan penelitian terdiri dari halaman judul, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran. BAGIAN POKOK Bagian pokok laporan penelitian terdiri dari 5 bab, yaitu Bab I Pendahuluan, Bab II Kajian Pustaka, Bab III Metode Penelitian, Bab IV Pelaksanaan dan Hasil Penelitian serta Pembahasan, Bab V Penutup. Bagian pendahuluan adalah bab pertama laporan penelitian yang mengantarkan pembaca untuk mengetahui ikhwal topik penelitian, alasan dan pentingnya penelitian. Oleh karena itu, bab pendahuluan memuat uraian tentang 1 latar belakang masalah penelitian, 2 identifikasi masalah 3 rumusan masalah, 4 tujuan penelitian, dan 5 kegunaan/manfaat penelitian. Pada bagian rumusan masalah dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah yang umumnya berbentuk kalimat tanya. Kalimat tanya pada rumusan masalah lebih terinci karena telah melalui identifikasi dan pembatasan masalah. Tujuan penelitian mengungkapkan apa yang hendak dicapai dengan penelitian. Rumusannya sejajar dengan rumusan masalah. Dirumuskan secara singkat dan jelas tentang apa yang ingin diatasi atau dicapai berdasarkan permasalahan dan cara pemecahan masalah yang dikemukakan. Dalam kerangka teoriris dinyatakan teori apa yang digunakan untuk landasan kerja penelitian. Teori itu bisa disusun sendiri secara elektik, bisa juga berupa teori yang digunakan oleh seorang ahli. Namun, teori apapun yang digunakan harus dipertanggung-jawabkan melalui kajian sejumlah pustaka yang juga memuat hasil penelitian dalam lingkup topik penelitian yang menggunakan teori terpilih ataupun yang menggunakan teori yang berbeda. Teori itu dikaji secara kronologis, dari yang lama sampai dengan yang mutakhir untuk menunjukkan kemajuan hasil penelitian sejalan dengan perkembangan teori. Dengan cara itu, diantara sederet teori, keunggulan teori yang dipilih sebagai landasan kerja penelitian menjadi tampak. Penyebutan nama teori saja tidaklah cukup. Prinsip-prinsip teori itu perlu diuraikan, termasuk pendekatan dan metode kerja teori itu. Variabel-variabel pembangun topik penelitian juga perlu diterangkan menurut pandangan teori yang dipilih itu. Untuk itu landasan teori merupakan pemaparan konsep-konsep berdasar pada pendapat orang lain kemudian dilakukan kajian, pada akhirnya dipaparkan menurut sudut pandang penulis dengan disertai cara mengukurnya. BAGIAN AKHIR Bagian akhir dari format laporan penelitian terdiri dari Daftar Pustaka dan lampiran-lampiran. Ada dua hal yang berkaitan dengan Daftar Pustaka/acuan, yaitu 1 Petunjuk pengacuan pada teks, dan 2 Penyusunan Daftar Pustaka. Tuliskanlah semua bacaan atau referensi yang dimuat dalam bagian pokok laporan ini. Teknik yang dipergunakan dalam menulis referensi tentang cara menyusun laporan, kita bisa menggunakan metoda penulisan yang telah diseragamkan oleh American Psychological Association APA. Unduh aplikasi di Google Play di Google News
Jikahasil pengamatan belum selesai, sebaiknya dilakukan kegiatan pengamtan atau penelitian kembali. Membuat kerangka hasil pengamatan. Informasi-informasi yang telah dicatat, lalu dituangkan dalam kerangka karangan. Kerangka karangan harus memuat masalah yang diamati atau diteliti dari hasil pengmatan. Menyusun laporan hail observasi. Dalam laporan pengamatan harus ada apa saja? Ada 8 hal yang harus ada dalam sebuah laporan pengamatan, yaitu judul, waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan, pendahuluan, tujuan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, hasil kegiatan dan yang terakhir adalah kesimpulan dan saran. Laporan hasil pengamatan harus bersifat faktual. Mengapa laporan hasil pengamatan harus bersifat faktual? Karena disusun berdasarkan pada informasi yang sah tentang apa yang benar-benar terjadi. Contohnya, ketika menyusun laporan hasil pengamatan tentang pertumbuhan tanaman tomat. Peneliti, harus secara jujur menyampaikan berapa pertambahan tinggi tanaman tomat setiap hari. Berapa lama sampai berbuah. Bahkan, bila tanaman tomat itu mati saat penelitian maka pengamat pun harus menyampaikannya. Jadi, laporan hasil pengamatan adalah penyajian hasil pengumpulan data yang mempunyai ciri spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lainnya. Laporan pengamatan, disajikan setelah peneliti melihat langsung di lapangan Selain faktual, laporan hasil pengamatantan juga bersifat Informatif, artinya memberikan informasi yang berguna mengenai objek yang diamati kepada pembaca. Kemudian bersifat Komunikatif, artinya teks tersebut menggunakan bahasa yang seolah-olah membuat kita sedang berkomunikasi dengan teks tersebut, tujuannya adalah agar isi laporan dalam teks lebih mudah dimengerti. Lalu, apa tujuan laporan hasil pengamatan atau observasi? Tujuan menulis laporan secara sederhana adalah untuk mencatat, memberitahukan, dan merekomendasikan hasil penelitian. Oleh karena itu, laporan yang ditulis merupakan dokumen yang dapat dijadikan acuan, serta dapat diketahui oleh umum, terutama oleh peneliti lain atau rekan sejawat yang barangkali mengalami masalah yang sama dengan yang dilaporkan. Sistematika Penyajian Laporan Pengamatan Sistematika laporan umumnya terdiri dari 3 bagian yaitu awal, pokok, dan akhir. Selanjutnya tulisan ini memaparkan 3 bagian tersebut BAGIAN AWAL Bagian awal laporan penelitian terdiri dari halaman judul, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran. BAGIAN POKOK Bagian pokok laporan penelitian terdiri dari 5 bab, yaitu Bab I Pendahuluan, Bab II Kajian Pustaka, Bab III Metode Penelitian, Bab IV Pelaksanaan dan Hasil Penelitian serta Pembahasan, Bab V Penutup. Bagian pendahuluan adalah bab pertama laporan penelitian yang mengantarkan pembaca untuk mengetahui ikhwal topik penelitian, alasan dan pentingnya penelitian. Oleh karena itu, bab pendahuluan memuat uraian tentang 1 latar belakang masalah penelitian, 2 identifikasi masalah 3 rumusan masalah, 4 tujuan penelitian, dan 5 kegunaan/manfaat penelitian. Baca Juga Setelah Melakukan Pengamatan Hasilnya Ditulis Jadi Laporan Pada bagian rumusan masalah dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah yang umumnya berbentuk kalimat tanya. Kalimat tanya pada rumusan masalah lebih terinci karena telah melalui identifikasi dan pembatasan masalah. Tujuan penelitian mengungkapkan apa yang hendak dicapai dengan penelitian. Rumusannya sejajar dengan rumusan masalah. Dirumuskan secara singkat dan jelas tentang apa yang ingin diatasi atau dicapai berdasarkan permasalahan dan cara pemecahan masalah yang dikemukakan. Dalam kerangka teoriris dinyatakan teori apa yang digunakan untuk landasan kerja penelitian. Teori itu bisa disusun sendiri secara elektik, bisa juga berupa teori yang digunakan oleh seorang ahli. Namun, teori apapun yang digunakan harus dipertanggung-jawabkan melalui kajian sejumlah pustaka yang juga memuat hasil penelitian dalam lingkup topik penelitian yang menggunakan teori terpilih ataupun yang menggunakan teori yang berbeda. Teori itu dikaji secara kronologis, dari yang lama sampai dengan yang mutakhir untuk menunjukkan kemajuan hasil penelitian sejalan dengan perkembangan teori. Dengan cara itu, diantara sederet teori, keunggulan teori yang dipilih sebagai landasan kerja penelitian menjadi tampak. Penyebutan nama teori saja tidaklah cukup. Prinsip-prinsip teori itu perlu diuraikan, termasuk pendekatan dan metode kerja teori itu. Variabel-variabel pembangun topik penelitian juga perlu diterangkan menurut pandangan teori yang dipilih itu. Untuk itu landasan teori merupakan pemaparan konsep-konsep berdasar pada pendapat orang lain kemudian dilakukan kajian, pada akhirnya dipaparkan menurut sudut pandang penulis dengan disertai cara mengukurnya. BAGIAN AKHIR Bagian akhir dari format laporan penelitian terdiri dari Daftar Pustaka dan lampiran-lampiran. Ada dua hal yang berkaitan dengan Daftar Pustaka/acuan, yaitu 1 Petunjuk pengacuan pada teks, dan 2 Penyusunan Daftar Pustaka. Tuliskanlah semua bacaan atau referensi yang dimuat dalam bagian pokok laporan ini. Teknik yang dipergunakan dalam menulis referensi, kita bisa menggunakan metoda penulisan yang telah diseragamkan oleh American Psychological Association APA. Unduh aplikasi di Google Play di Google News .